Pesugihan itu bernama HOTSPOT
Awalnya, siapa bisa mengira keberadaan hotspot bisa “menggeser” warnet? Pembangunan infrastruktur untuk pengadaan hotspot awalnya bisa dikatakan mahal. Tapi itu dulu, terbukti dengan merebaknya ruang publik yang menyediakan koneksi internet nirkabel di kota Jogja.
Jika dulu pesugihan, penglarisan membutuhkan kemenyan atau dupa kini beberapa orang (pemilik usaha) melihat fenomena hotspot untuk menarik perhatian pelanggan. Yang bidik tentu saja kelas mahasiswa yang suka menghabiskan waktu berinternet, apalagi ini diberikan secara free, gratis.
Pengusaha cafe, hotel, mall, kampus bahkan angkringan dan warung burjo pun ikut mengadu nasib dengan menyediakan layanan tak kasat mata ini. Bisa dibilang, fasilitas hotspot ini sebagai daya pikat yang bisa membuat pelanggan kepincut, tahan berjam-jam ditempat tersebut. Tilik saja salah satu bloger yang mereview keberadaan burjo hotspot yang berlokasi bilangan Condongcatur, Jogja.
Bisa disimpulkan, hotspot area membawa angin segar bagi masyarakat disaat pemerintah tak sanggup mencukupi kebutuhan akses internet untuk masyarakat.
Penjualan notebook meningkat
Percuma saja kalau banyak hotspot gratis tapi tidak memiliki perangkat yang bisa memanfaatkan keberadaanya. Terang saja ini membuat orang semakin melirik komputer jinjing dari pada PC yang hanya bisa duduk di rumah.
Kini penjualan notebook atau laptop justru lebih mendominasi dibanding PC dengan perbandingan 60 : 40 untuk laptop. Kebutuhan akan komputer yang bisa mobile dibawa kemana saja, fasilitas hot spot internet yang menjamur, dengan harga laptop yang semakin terjangkau membuat penjualan laptop meningkat cukup signifikan. Sumber: Bernas.
Terang saja ini membuat pasar notebook di Jogja bersaing soal harga dan spesifikasinya. Sudah saatnya internet menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat sebagai sumber referensi utama. Oleh itu, bisa saja suatu saat notebook bisa memasyarakat layaknya handphone.



Iya bro… Hotspot dimana2 sekarang. Bisa gulung tikar tu warnet lama2
hehehe.. warnet nasibnya bakalan seperti wartel jaman dulu
kira2 bertahan sampai berapa tahun lagi ya bisnis warnet
lha sekarang dipelosok desa aja dah bisa ngenet, minimal dapet GPRS lah.
isp mungkin akan menghadapi penurunan jumlah pelanggan juga.
iya…gara2 banyak yang minta hotspot fasilities, akhirnya sekarang kita berikan deh.kita melihatnya bgini…kurang lengkap suatu tempat nongkrong jika tak ada hot spot………..
[...] Informasi gaya hidup, wisata, kuliner Jogja » Pesugihan itu … [...]
Jadi ngiri kalo ngeliat temen-temen yang ada di Jogja cerita tentang Hotspot. Knapa di Jakarta g kaya gituuuu…..
walah yang ga punya notebook ya ngiler aja mas.. hiks..
Leave your response!
Lifestyle »
Coin a change, sebuah perubahan dari kepingan koin
Kepingan recehan terkadang dipandang hanya sebelah mata bagi beberapa orang, apalagi kalau jumlahnya sudah memberatkan kantong. Terpaksa kepingan recehan pun di terlantarkan diletakan di atas lemari pendingin, di rak meja atau sebuah tempat khusus …
Tourism »
Tarumartani: Melihat Produksi Cerutu Dari Dekat
Keberadaan obyek wisata satu ini terkadang dipandang sambil lalu oleh siapa saja yang melintas di Jalan Kompol B Suprapto, yakni jalan dari jembatan layang Lempuyangan (stasiun kereta api Lempuyangan) ke arah timur menuju Balaikota Jogja. …
Other language
Menu
Partner
Blogroll
Tag
Jogja update
Most Commented
Most Popular